Thursday, April 12, 2007

Buat Kamu Yang Mau Pulang

Aku tahu kamu gak akan mengerti apa yang akan kutulis di sini, tapi daripada aku membacakannya untukmu, malah jadi aneh, lebih baik aku tulis di sini kan?

Kamu adalah tamu yang tak diundang yang akhirnya menetap di rumahku. Kedatanganmu sungguh tak disangka-sangka, hmm… enggak sih… memang sudah direncanakan bahwa kamu harus datang ke rumahku, tapi hanya untuk singgah, bukan untuk menetap.

Awalnya aku senang ada teman baru. Tapi lama-lama aku jadi risih, karena kamu tidak seharusnya tinggal di rumahku, orang lain pun mulai heran kenapa kamu terus ada di rumahku. Semakin lama lagi… aku malah lupa kalo kamu ada di rumahku. Tapi akhir-akhir ini… setelah rasa cuek-ku hilang, aku lebih sering bersama denganmu dibandingkan dengan saudara tuamu yang memang bagian dari rumahku. Dan akhirnya aku merasa bahwa kamu adalah bagian dari kehidupanku sehari-hari…

Di pagi hari, setelah selesai mandi, aku selalu (mau gak mau) melihat dirimu. Sore hari, sering aku bersamamu, kadang sampai larut malam.

Kamu sering mendengarkan suaraku yang… seadanya tapi yang penting senang: dari mulai lagu alto badak, lagu Disney, lagu Josh Groban, sampe Kenangan Terindah.

Kamu beberapa kali jadi korban bunyi saxophone-ku, pernah juga kupaksa jadi partner main sax, meskipun akhirnya aku kewalahan sendiri.

Kamu juga jadi saksi tingkah polahku waktu pura-pura jadi Jaya Suprana, Jim Brickman, atau Richard Clayderman (yeah… dia kan? Si bikin lemes itu), ketika aku “tripping” di tengah-tengah lagu Simple Sonata-nya Mozart, atau ketika aku membuat gerakan-gerakan gak penting saat mendengar lagu Summer Samba.

Kamu dengan sabarnya melayani keingintahuanku terhadap Bengawan Solo, entah berapa kali lagu itu diulang-ulang (dengan refrain versiku yang terdengar sangat gak pas).

Kamu kadang melihat ketika aku lagi melo-melo, lagi suka cengar-cengir sendiri, lagi bete (dan butuh pelampiasan), juga pas lagi iseng…

Ya, kamu beberapa kali jadi sasaran keisenganku, yang melibatkan sebuah voice recorder, laptop dan kabel printer yang dicuri dari printer kamar.

Sejujurnya, kamu salah satu yang mendorongku untuk belajar lagi. Aku juga heran, kenapa gak dari dulu aku kepikiran untuk belajar lagi. Setelah kamu hampir setahun tinggal di rumahku, baru aku tergerak untuk mengambil kursus lagi. Terima kasih… kamu telah banyak menghiburku dan juga mendorongku menjadi lebih baik.

Hari ini… aku akan mengirimkanmu pulang. Ya… P-U-L-A-N-G. Ke tempat dimana seharusnya dirimu berada, yaitu bersama papah-mu. Selama 13 bulan ini kamu telah membahagiakan aku, sekarang saatnya kamu membahagiakan papahmu. Aku harap dengan kehadiranmu, papahmu bisa terhibur (minimal) seperti halnya diriku.

Lagu terakhir yang kemarin kumainkan untukmu sebelum aku mempersiapkan dirimu untuk pulang adalah lagu lullaby kesayanganku. Lagu itu merupakan ucapan best wish dariku, agar dirimu selamat sampai di rumah. Oya, aku menitipkan lagu lullaby itu bersama dirimu, selain itu aku juga menitipkan salah satu lagu kesukaan papahmu. Itu adalah caraku untuk titip salam buat papahmu (dan juga untuk om yang akan bantu papahmu mengurus dirimu <= semoga om yang ini gak nakal ya :-P).

Aku jadi ingat, beberapa bulan lalu aku sedikit bete ketika gak berhasil meminta papahmu untuk membawamu pulang. Sekarang, ketika kamu beneran mau pulang, aku malah merasa sedikit kehilangan, karena kamu terlanjur menjadi bagian dari kehidupan sehari-hariku. Tapi beneran deh, aku senang kok, kamu bisa pulang ke tempat papahmu, memang seharusnya kamu berada di sana kan?

Aku tahu bahwa selama kamu dalam perjalanan, sebelum papahmu menerima dirimu dengan selamat, aku akan mengkhawatirkanmu. Semoga kamu baik-baik saja dalam perjalanan, dan selamat sampai di rumah. Aku akan merindukanmu... :-)


Pertanyaannya: Siapakah "Kamu"? Kirimkan jawaban anda melalui SMS...

4 comments:

justin said...

kasi aku hadiah ya. Sapa lagi klo bukan privia a'ak dedeh nun jauh di balikpapan sono :D buahahahahahkkahahkaakak..

Sejak kapan kau jadi puitis melambai2?? papah dedeh, kayaknya bagus nih. siapa tuh emaknya??

KITA! said...

Aturannya: via sms... jadi jawabannya gak sah... didiskualifikasi.

Wah, gak tauk ya kalo sebenernya aku puitis melambai-lambai? Bedanya... kalo untuk orang, ya aku gak sembarangan memberikan puisi-puisiku itu, karena ini buat benda mati yang gak bisa membalas, aku gak pelit... :-P

Tapi, kalo ternyata tiba-tiba dia bisa membalas by itself... ambil langkah seribu... LLLLUUUUAAARRRRRIII...!!! Judulnya jadi: piano berhantu... (or piano with AI?)... wakakakakakak

Anggi said...

Snyurec cau kyok icu syapa. Clavinyova yang sering snyurec byuac myainy syama Enci kyany? Myaaf ya Snyurec gyak kirim sms, soalnya hp-nya mbak Eca samya mbak Enyup lagyi habisy pulsya.

-Snyurec-

wencung said...

Dear ka Gita,
salam kenal yah, aku mo coba2 jawab kupikir kamu itu si piano yah?