Wednesday, February 28, 2007

At The Movies…

Akhirnya… dengan bantuan warnet, berhasil juga download At The Movies-nya Dave Koz sampe komplit. Kesimpulannya sih, gak bakal nyesel deh ditungguin… Hayuh… kapan dunk, EMI Music nih, kok gak kunjung menerbitkannya di sini.

Beberapa lagu yang cukup membekas:

It Might Be You
Aku pertama kali mendengar versinya Dave Koz di davekoz.com, waktu album ini baru mulai diiklankan. Tapi… di iklannya itu, lead-nya bukan vocal, melainkan gitar. Cukup surprise juga waktu tadi dengar, ternyata ada lead vocalnya.

Lagu ini nih... bisa dibilang kalo misalkan hidup sehari-hariku adalah sebuah film, lagu ini lagi jadi soundtracknya. Hm... gak ada hubungan sama film Tootsie yang punya soundtrack ini loh, lebih ke isi lagu It Might Be You-nya sih... Banyak pertanyaan-pertanyaanku yang serupa dengan isi lagu itu... Misalnya…

Lookin’ back as lovers go walkin past, all of my life.
Wonderin’ how they met and what makes it last.
If I found the place, would I recognize the face?

As Time Goes By
Lagu ini mah... aku emang suka dari dulu, kecuali versi Kenny G di The Most Romantic rasanya agak kurang pas aja. Ceritanya kenapa aku bisa suka lagu ini: suatu hari PSM-ITB dapet proyek untuk nyanyi di kawinan salah satu alumni kita. Kelompok kecil saja. So… kita pun berangkat dengan kekuatan rata-rata 2.5 orang/golongan suara (alias 10 orang).

Waktu kita mulai nyanyi sudah agak malam. Lagu-lagu awal, kayaknya bikin pusing penonton, sebangsanya Janger, Badminton, Leleng. Di tengah-tengah acara ketika kita mulai nyanyikan lagu bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, baru lah penonton bisa menikmati. Salah satu lagunya adalah As Time Goes By yang dinyanyikan oleh kelompok kecil penyanyi pria. Karena khusus pria, kita para wanita pun nonton saja.

Suara pria itu kan emang pada dasarnya 1 oktaf di bawah suara perempuan. Nah, nada-nada yang rendah (di oktaf bawah) itu umumnya terdengar lebih hangat. Jadi... lagunya itu pun jadi hangat dan terbangun suasana yang... romantis, akibatnya... para penyanyinya jadi terlihat lebih ganteng dari aslinya... wuahahahaha.... (atau karena waktu itu udah jam 10 malam yak? Udah error...jadi semuanya keliatan ganteng... wakakakak...). Sejak saat itu... As Time Goes By masuk ke list lagu favoritku sepanjang masa…

The Shadow of Your Smile
Aku sudah mendengar berbagai versi lagu ini. Yang versi Dave Koz ini (kolaborasi dengan Chris Botti dan .....) buat aku terdengar paling.... sexy...

Cinema Paradiso
Kalo Cinema Paradiso, sebelumnya aku paling kenal yang versi Josh Groban. Yang di Dave Koz ini nuansanya jadi beda, kesannya jadi gak sesedih versi Josh Groban, yang jelas aku lebih suka versi Dave Koz-nya...

The Pink Panther
Haha... lagu misterius ini... aku menyebutnya lagu Dono-Kasino-Indro. Lagu Pink Panther ini, theme-nya yang bagian depan dulu sering dikutip oleh film-film Dono-Kasino-Indro. Termasuk di film Dono-Kasino-Indro favoritku: Dongkrak Antik. Gila deh, film itu rada-rada norak sebenernya, tapi herannya... aku suka banget, dan gak pernah bosen meskipun udah berkali-kali menontonnya.

Over The Rainbow
Lagu ini... adalah hutangku pada teman yang aku tarik pergi waktu Dave Koz mulai memainkannya. Jadi sebenarnya, aku merasa bersalah telah mengusulkan jalan tengah untuk pulang lebih awal, semestinya temanku itu kecewa ya, aku sendiri kecewa juga harus pulang lebih awal, tapi sayangnya... waktu itu, meskipun sedang capek, aku lebih berpikir secara logis daripada mengikuti keinginan pribadi, dan waktu itu pikiran logis menyatakan: kita gak bisa keliaran di Jakarta terlalu malam, kecuali kalo perginya bareng preman Jakarta. Jadi untuk menebusnya, kita tunggu saja At The Movies ini terbit di sini... dan (maunya) sekalian si om ganteng Dave Koz promo kemari. Hehehe...

Schindler’s List
Lagu ini mengharukan sekali. Lagu aslinya saja sudah mengharukan, karena filmnya kan emang sedih sekali, tapi di At The Movies, lagu ini terdengar even more mengharukan... hiks...hiks...

Dari 12 lagu yang ada di album ini, yang belum pernah aku kenal sebelumnya hanya The Summer Knows saja, sisanya sudah pernah dengar di berbagai sumber. Kemarin dan kemarin dulu aku seharian rapat dengan bapak-bapak dan ibu-ibu dari fungsi lain. Jadi... si Dell-Takodel-Kodel pun tidak punya kesempatan untuk memutar album ini (untuk kesekian kalinya). Ternyata rasanya ada yang kurang, setelah akhirnya berhasil mendengarkannya, baru deh kebutuhannya terpenuhi. Artinya album ini ngangeni... dengan kata lain: bisa bikin sakau... hahahaha.... jadi hati-hati yaa... kalo gak pengen sakau, jangan dengerin album ini.

1 comment:

sahathutajulubo said...

Yeah... Schindler’s List the best.

Btw, link ke blog gua ganti dong ke yang sahathutajulubo.blogspot.com. Yang itu udah mati. Risih kalo masih ada yg nge-link ke sana. Hihihi...