Thursday, May 04, 2006

Hobi-hobi Berserakan 2 : Aku Suka Musik...

Awalnya, aku pengen les piano karena Ndoro udah les piano duluan. Tapi… lama-kelamaan bosen juga les piano, rasanya lagunya gitu-gitu aja. Terutama di akhir-akhir masa SD dan awal SMP. Sempet beberapa kali pengen keluar, tapi gak boleh sama Ibu. Nah, begitu udah kenal yang namanya lagu populer… barulah aku mulai seneng les piano.

Pergaulanku dengan musik, selain dengan piano, juga dengan paduan suara. Salah satu alasanku pengen masuk ITB (selain ka
rena dekat rumah Mbah Bandung jadi ngirit ongkos dan waktu, terus karena kampusnya feels like home) adalah karena PSM-ITB. Bukan karena aku pengen belajar nyanyi atau karena PSM-ITB adalah paduan suara paling top (duh seandainya saja yang ini beneran…), tapi karena Ndoro itu (PSM-ITB juga) kayaknya asik banget kalo lagi main atau jalan-jalan sama temen-temen PSM-nya. Ternyata setelah masuk PSM, aku mendapatkan banyak hal, bukan hanya temen-temen yang asik, more than I expected pokoknya deh.

Apa sih yang menarik dari PSM? Selain teman-temannya yang sudah seperti sodara sendiri dan puny
a kelakukan yang unik, sekrenya yang sudah seperti rumah sendiri, tentu saja di sana kita juga mendapatkan sarana untuk melampiaskan hasrat terpendam / aktualisasi diri / melakukan penampilan (yah... ada aja kan sisi narsisis dari diri kita?). Terus seringkali bete juga tiap hari mikirin nol-satu-nol-satu dan if-then-else yang garing di jurusan, pengen melakukan sesuatu yang lain seperti misalnya nyanyi-nyanyi... nah kalo nyanyi-nyanyi sendiri... ntar dibilang gila, kalopun ada sarananya seperti karaoke... kurang pede kalo sendirian. Di PSM ini lah aku bisa nyanyi-nyanyi tanpa dibilang gila, dah gitu banyak temennya pas nyanyi, karena emang PSM kerjaannya nyanyi rame-rame. Dengan nyanyi-nyanyi, si nol-satu-nol-satu tadi bisa terlupakan sejenak, digantikan dengan do-re-mi-fa-sol.

Untuk menyambung ke hobi musikku yang selanjutnya. Mungkin aku mesti sedikit cerita ttg tahun 2002. Tahun terakhir di PSM, ketika aku "kuliah di PSM, dan nyambi di IF-ITB". Waktu itu kita mencoba konsep baru untuk konser, yaitu bikin choral revue. Choral revue adalah pertunjukkan musikal seperti di Broadway yang dibawakan oleh paduan suara. Kebetulan choral revue yang kita bawakan ini terdiri dari beberapa bundle lagu medley dari jaman 1900-an sampe 1990-an.

Ternyata… di antara sekian banyak lagu yang dibawakan, aku paling menikmati lagu swing, terus lagu-lagunya Gershwin yang “café bangeeetttt….” (termasuk kategori jazz standard). Kalo lagu swing itu, rasanya membuat ingin berdansa ‘til broad daylight… Sedangkan lagu-lagu yang café banget tadi rasanya bikin relax, romantis, dan hangat gitu loh… Di situ lah aku mulai berkenalan dengan musik jazz.

Dalam standard jazz, kalo piano biasanya membuat suasana jadi romantis. Selain piano, ada beberapa alat musik yang menimbulkan kehangatan dalam repertoire-repertoire jazz standard yang suka aku dengarkan: Trumpet dan Saxophone. Apalagi kalo Saxophone yang suaranya “tebal”, duile… asik banget dah… Dari situ lah… keluarnya ide untuk belajar Sax. Selanjutnya yaaa… seperti yang pernah aku ceritakan di posting sebelumnya.

1 comment:

Anonymous said...

Hey what a great site keep up the work its excellent.
»