Friday, June 17, 2011

Klinik Kecantikan di Sorong

Pas jam istirahat Sholat Jumat, pulang ke rumah dan leyeh-leyeh menonton TV. Kebetulan channel yang diputar adalah channel Tasindo, home channel-nya perusahaan TV Kabel lokal yang kami pergunakan. Acaranya adalah iklan-iklan lokal.

Ada 1 iklan yang menarik perhatian: iklan klinik kecantikan di kota Sorong. Klip yang diputar cukup panjang, ada adegan-adegan yang mendemonstrasikan layanan yang mereka sediakan. Klip tersebut menampilkan seorang pria yang gayanya seperti dokter. Seharusnya sebuah klinik kecantikan memang punya seorang dokter spesialis kulit, namanya juga KLINIK. Tapi... di Sorong ini katanya ada 1 dokter spesialis kulit, tapi dokternya perempuan dan prakteknya bukan di klinik yang pasang iklan itu. Dan lagi, kenapa si pria itu jas putihnya tangan pendek ya? Masih Ko-As kah??

Klinik tersebut menyediakan layanan Full Body Spa.. Nice info, sayangnya telat... harusnya 2 bulan lalu liat iklan itu, sehingga aku bisa luluran waktu persiapan acara mantenan. Hehehe... Tapi mungkin boleh dicoba juga sih, buat menghilangkan belang-bonteng hasil panas-panasan di Pulau Wayag.

Nah, 1 layanan yang paling menggelitik (buat aku) adalah: dermaroller. Yes, dermaroller. Gilingan mungil dengan jarum-jarum di sekelilingnya itu adalah barang yang sudah gak asing lagi buat aku, sebagai mantan konsumen. Gunanya adalah untuk memberikan luka kecil-kecil di permukaan kulit, sehingga merangsang pertumbuhan jaringan baru.

Woww... di Sorong sudah ada dermaroller... tapi bayanginnya ngeri. Berbagai pertanyaan yang timbul:

1) Pake dianastesi lokal gak ya? Itu kan sakit banget... Dulu aja udah dikasih anastesi lokal yang tebel, plus minum pil anastesi yang keras sampe nggliyeng, tapi masih kerasa sakit pas digiling.

2) Dermarollernya dedicated per pasien gak ya? Itu kan mahal banget... Yup, barangnya didatangkan dari Jerman konon kabarnya. Kalo digiling pake dermaroller, kulit kita akan berlubang kecil-kecil dan berdarah-darah, jadi dedicated tools for every patient is a must daripada jadi sarana penularan penyakit.

3) Terus yang ngerjain siapa?? Di erhaclinic, dermaroller harus dikerjakan oleh dokter SPKK, meskipun aku pernah mendengar di tempat lain dokter umum diijinkan juga untuk mengerjakan dermaroller, selama dokter tersebut sudah kursus/punya sertifikat. Tapi kalo pria berjas lengan pendek yang mengerjakan??!! Uh-oh.

Eniwei baswei, untungnya aku tidak berminat untuk menggunakan layanan dermaroller ini dalam waktu dekat. Kalau layanan lainnya, terutama yang berhubungan dengan keklinikan, seperti misalnya luluran, boleh juga sekali-sekali dicoba. Kalau yang berhubungan sama klinik, mendingan aku ke SPKK yang letaknya gak jauh dari alamat si klinik kecantikan ituuu...

Update: Baru aja ngeh soal berbagai tipe dan ukuran jarum dermaroller, semoga yang di klinik itu adalah tipe dermaroller yang aman untuk penggunaan rumahan (gak harus dikerjakan oleh dokter SPKK) dan gak pake acara berdarah-darah seperti yang pernah aku jalani.

1 comment:

Mentari Jingga said...

Kak aalamatnya klo boleh tau dimana ya??